I'm reading: Turut Berduka Cita - Gus DurTweet this!

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji'un, telah meninggal Mantan Presiden Abdurrachman Wahid alias Gus Dur pada pukul 18.45 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini dirawat di Ruang VVIP Nomor 116 Gedung A RSCM. Sebelum dirawat di RSCM Jakarta, Gus Dur sempat menjalani perawatan medis di RS Jombang Jawa Timur, pada Kamis (24/12/2009), karena kelelahan setelah melakukan kunjungan ke beberapa pondok pesantren di Jawa Timur.

Sebuah duka di penghujung tahun 2009. Semoga beliau diampuni dosa-dosanya dan diterima disisi-Nya..

Berikut Biografi Almarhum Gus-Dur


Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara yang dilahirkan di Denanyar Jombang Jawa Timur pada tanggal 4 Agustus 1940. Secara genetik Gus Dur adalah keturunan “darah biru”. Ayahnya, K.H. Wahid Hasyim adalah putra K.H. Hasyim Asy’ari, pendiri jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU)-organisasi massa Islam terbesar di Indonesia-dan pendiri Pesantren Tebu Ireng Jombang. Ibundanya, Ny. Hj. Sholehah adalah putri pendiri Pesantren Denanyar Jombang, K.H. Bisri Syamsuri. Kakek dari pihak ibunya ini juga merupakan tokoh NU, yang menjadi Rais ‘Aam PBNU setelah K.H. Abdul Wahab Hasbullah. Dengan demikian, Gus Dur merupakan cucu dari dua ulama NU sekaligus, dan dua tokoh bangsa Indonesia.

Pada tahun 1949, ketika clash dengan pemerintahan Belanda telah berakhir, ayahnya diangkat sebagai Menteri Agama pertama, sehingga keluarga Wahid Hasyim pindah ke Jakarta. Dengan demikian suasana baru telah dimasukinya. Tamu-tamu, yang terdiri dari para tokoh-dengan berbagai bidang profesi-yang sebelumnya telah dijumpai di rumah kakeknya, terus berlanjut ketika ayahnya menjadi Menteri agama. Hal ini memberikan pengalaman tersendiri bagi seorang anak bernama Abdurrahman Wahid. Secara tidak langsung, Gus Dur juga mulai berkenalan dengan dunia politik yang didengar dari kolega ayahnya yang sering mangkal di rumahnya.

Sejak masa kanak-kanak, ibunya telah ditandai berbagai isyarat bahwa Gus Dur akan mengalami garis hidup yang berbeda dan memiliki kesadaran penuh akan tanggung jawab terhadap NU. Pada bulan April 1953, Gus Dur pergi bersama ayahnya mengendarai mobil ke daerah Jawa Barat untuk meresmikan madrasah baru. Di suatu tempat di sepanjang pegunungan antara Cimahi dan Bandung, mobilnya mengalami kecelakaan. Gus Dur bisa diselamatkan, akan tetapi ayahnya meninggal. Kematian ayahnya membawa pengaruh tersendiri dalam kehidupannya.

Dalam kesehariannya, Gus Dur mempunyai kegemaran membaca dan rajin memanfaatkan perpustakaan pribadi ayahnya. Selain itu ia juga aktif berkunjung keperpustakaan umum di Jakarta. Pada usia belasan tahun Gus Dur telah akrab dengan berbagai majalah, surat kabar, novel dan buku-buku yang agak serius. Karya-karya yang dibaca oleh Gus Dur tidak hanya cerita-cerita, utamanya cerita silat dan fiksi, akan tetapi wacana tentang filsafat dan dokumen-dokumen manca negara tidak luput dari perhatianya. Di samping membaca, tokoh satu ini senang pula bermain bola, catur dan musik. Dengan demikian, tidak heran jika Gus Dur pernah diminta untuk menjadi komentator sepak bola di televisi. Kegemaran lainnya, yang ikut juga melengkapi hobinya adalah menonton bioskop. Kegemarannya ini menimbulkan apresiasi yang mendalam dalam dunia film. Inilah sebabnya mengapa Gu Dur pada tahun 1986-1987 diangkat sebagai ketua juri Festival Film Indonesia.

Masa remaja Gus Dur sebagian besar dihabiskan di Yogyakarta dan Tegalrejo. Di dua tempat inilah pengembangan ilmu pengetahuan mulai meningkat. Masa berikutnya, Gus Dur tinggal di Jombang, di pesantren Tambak Beras, sampai kemudian melanjutkan studinya di Mesir. Sebelum berangkat ke Mesir, pamannya telah melamarkan seorang gadis untuknya, yaitu Sinta Nuriyah anak Haji Muh. Sakur. Perkawinannya dilaksanakan ketika ia berada di Mesir.

Pengalaman Pendidikan


Pertama kali belajar, Gus Dur kecil belajar pada sang kakek, K.H. Hasyim Asy’ari. Saat serumah dengan kakeknya, ia diajari mengaji dan membaca al-Qur’an. Dalam usia lima tahun ia telah lancar membaca al-Qur’an. Pada saat sang ayah pindah ke Jakarta, di samping belajar formal di sekolah, Gus Dur masuk juga mengikuti les privat Bahasa Belanda. Guru lesnya bernama Willem Buhl, seorang Jerman yang telah masuk Islam, yang mengganti namanya dengan Iskandar. Untuk menambah pelajaran Bahasa Belanda tersebut, Buhl selalu menyajikan musik klasik yang biasa dinikmati oleh orang dewasa. Inilah pertama kali persentuhan Gu Dur dengan dunia Barat dan dari sini pula Gus Dur mulai tertarik dan mencintai musik klasik.

Menjelang kelulusannya di Sekolah Dasar, Gus Dur memenangkan lomba karya tulis (mengarang) se-wilayah kota Jakarta dan menerima hadiah dari pemerintah. Pengalaman ini menjelaskan bahwa Gus Dur telah mampu menuangkan gagasan/ide-idenya dalam sebuah tulisan. Karenanya wajar jika pada masa kemudian tulisan-tulisan Gus Dur menghiasai berbagai media massa.

Setelah lulus dari Sekolah Dasar, Gus Dur dikirim orang tuanya untuk belajar di Yogyakarta. Pada tahun 1953 ia masuk SMEP (Sekolah Menengah Ekonomi Pertama) Gowongan, sambil mondok di pesantren Krapyak. Sekolah ini meskipun dikelola oleh Gereja Katolik Roma, akan tetapi sepenuhnya menggunakan kurikulum sekuler. Di sekolah ini pula pertama kali Gus Dur belajar Bahasa Inggris. Karena merasa terkekang hidup dalam dunia pesantren, akhirnya ia minta pindah ke kota dan tinggal di rumah Haji Junaidi, seorang pimpinan lokal Muhammadiyah dan orang yang berpengaruh di SMEP. Kegiatan rutinnya, setelah shalat subuh mengaji pada K.H. Ma’shum Krapyak, siang hari sekolah di SMEP, dan pada malam hari ia ikut berdiskusi bersama dengan Haji Junaidi dan anggota Muhammadiyah lainnya.

Ketika menjadi siswa sekolah lanjutan pertama tersebut, hobi membacanya semakin mendapatkan tempat. Gus Dur, misalnya, didorong oleh gurunya untuk menguasai Bahasa Inggris, sehingga dalam waktu satu-dua tahun Gus Dur menghabiskan beberapa buku dalam bahasa Inggris. Di antara buku-buku yang pernah dibacanya adalah karya Ernest Hemingway, John Steinbach, dan William Faulkner. Di samping itu, ia juga membaca sampai tuntas beberapa karya Johan Huizinga, Andre Malraux, Ortega Y. Gasset, dan beberapa karya penulis Rusia, seperti: Pushkin, Tolstoy, Dostoevsky dan Mikhail Sholokov. Gus Dur juga melahap habis beberapa karya Wiill Durant yang berjudul ‘The Story of Civilazation’. Selain belajar dengan membaca buku-buku berbahasa Inggris, untuk meningkatan kemampuan bahasa Ingrisnya sekaligus untuk menggali informasi, Gus Dur aktif mendengarkan siaran lewat radio Voice of America dan BBC London. Ketika mengetahui bahwa Gus Dur pandai dalam bahasa Inggis, Pak Sumatri-seorang guru SMEP yang juga anggota Partai Komunis-memberi buku karya Lenin ‘What is To Be Done’ . Pada saat yang sama, anak yang memasuki masuki masa remaja ini telah mengenal Das Kapital-nya Karl Marx, filsafat Plato,Thales, dan sebagainya. Dari paparan ini tergambar dengan jelas kekayaan informasi dan keluasan wawasan Gus Dur.

Setamat dari SMEP Gus Dur melanjutkan belajarnya di Pesantren Tegarejo Magelang Jawa Tengah. Pesantren ini diasuh oleh K.H. Chudhari, sosok kyai yang humanis, saleh dan guru dicintai. Kyai Chudhari inilah yang memperkenalkan Gus Dur dengan ritus-ritus sufi dan menanamkan praktek-praktek ritual mistik. Di bawah bimbingan kyai ini pula, Gus Dur mulai mengadakan ziarah ke kuburan-kuburan keramat para wali di Jawa. Pada saat masuk ke pesantren ini, Gus Dur membawa seluruh koleksi buku-bukunya, yang membuat santri-santri lain terheran-heran. Pada saat ini pula Gus Dur telah mampu menunjukkan kemampuannya dalam berhumor dan berbicara. Dalam kaitan dengan yang terakhir ini ada sebuah kisah menarik yang patut diungkap dalam paparan ini adalah pada acara imtihan-pesta akbar yang diselenggarakan sebelum puasa pada saat perpisahan santri yang selesai menamatkan belajar-dengan menyediakan makanan dan minuman dan mendatangkan semua hiburan rakyat, seperti: Gamelan, tarian tradisional, kuda lumping, jathilan, dan sebagainya. Jelas, hiburan-hiburan seperti tersebut di atas sangat tabu bagi dunia pesantren pada umumnya. Akan tetapi itu ada dan terjadi di Pesantren Tegalrejo.

Setelah menghabiskan dua tahun di pesantren Tegalrejo, Gus Dur pindah kembali ke Jombang, dan tinggal di Pesantren Tambak Beras. Saat itu usianya mendekati 20 tahun, sehingga di pesantren milik pamannya, K.H. Abdul Fatah, ia menjadi seorang ustadz, dan menjadi ketua keamanan. Pada usia 22 tahun, Gus Dur berangkat ke tanah suci, untuk menunaikan ibadah haji, yang kemudian diteruskan ke Mesir untuk melanjutkan studi di Universitas al-Azhar. Pertama kali sampai di Mesir, ia merasa kecewa karena tidak dapat langsung masuk dalam Universitas al-Azhar, akan tetapi harus masuk Aliyah (semacam sekolah persiapan). Di sekolah ia merasa bosan, karena harus mengulang mata pelajaran yang telah ditempuhnya di Indonesia. Untuk menghilangkan kebosanan, Gus Dur sering mengunjungi perpustakaan dan pusat layanan informasi Amerika (USIS) dan toko-toko buku dimana ia dapat memperoleh buku-buku yang dikehendaki.

Terdapat kondisi yang menguntungkan saat Gus Dur berada di Mesir, di bawah pemerintahan Presiden Gamal Abdul Nasr, seorang nasioonalis yang dinamis, Kairo menjadi era keemasan kaum intelektual. Kebebasan untuk mengeluarkkan pendapat mendapat perlindungan yang cukup. Pada tahun 1966 Gus Dur pindah ke Irak, sebuah negara modern yang memiliki peradaban Islam yang cukup maju. Di Irak ia masuk dalam Departement of Religion di Universitas Bagdad samapi tahun 1970. Selama di Baghdad Gus Dur mempunyai pengalaman hidup yang berbeda dengan di Mesir. Di kota seribu satu malam ini Gus Dur mendapatkan rangsangan intelektual yang tidak didapatkan di Mesir. Pada waktu yang sama ia kembali bersentuhan dengan buku-buku besar karya sarjana orientalis Barat. Ia kembali menekuni hobinya secara intensif dengan membaca hampir semua buku yang ada di Universitas.

Di luar dunia kampus, Gus Dur rajin mengunjungi makam-makam keramat para wali, termasuk makam Syekh Abdul Qadir al-Jailani, pendiri jamaah tarekat Qadiriyah. Ia juga menggeluti ajaran Imam Junaid al-Baghdadi, seorang pendiri aliran tasawuf yang diikuti oleh jamaah NU. Di sinilah Gus Dur menemukan sumber spiritualitasnya. Kodisi politik yang terjadi di Irak, ikut mempengaruhi perkembangan pemikiran politik Gus Dur pada saat itu. Kekagumannya pada kekuatan nasionalisme Arab, khususnya kepada Saddam Husain sebagai salah satu tokohnya, menjadi luntur ketika syekh yang dikenalnya, Azis Badri tewas terbunuh.

Selepas belajar di Baghdad Gus Dur bermaksud melanjutkan studinya ke Eropa. Akan tetapi persyaratan yang ketat, utamanya dalam bahasa-misalnya untuk masuk dalam kajian klasik di Kohln, harus menguasai bahasa Hebraw, Yunani atau Latin dengan baik di samping bahasa Jerman-tidak dapat dipenuhinya, akhirnya yang dilakukan adalah melakukan kunjungan dan menjadi pelajar keliling, dari satu universitas ke universitas lainnya. Pada akhirnya ia menetap di Belanda selama enam bulan dan mendirikan Perkumpulan Pelajar Muslim Indonesia dan Malaysia yang tinggal di Eropa. Untuk biaya hidup dirantau, dua kali sebulan ia pergi ke pelabuhan untuk bekerja sebagai pembersih kapal tanker. Gus Dur juga sempat pergi ke McGill University di Kanada untuk mempelajari kajian-lkajian keislaman secara mendalam. Namun, akhirnya ia kembali ke Indoneisa setelah terilhami berita-berita yang menarik sekitar perkembangan dunia pesantren. Perjalanan keliling studi Gus Dur berakhir pada tahun 1971, ketika ia kembali ke Jawa dan mulai memasuki kehidupan barunya, yang sekaligus sebagai perjalanan awal kariernya.

Meski demikian, semangat belajar Gus Dur tidak surut. Buktinya pada tahun 1979 Gus Dur ditawari untuk belajar ke sebuah universitas di Australia guna mendapatkkan gelar doktor. Akan tetapi maksud yang baik itu tidak dapat dipenuhi, sebab semua promotor tidak sanggup, dan menggangap bahwa Gus Dur tidak membutuhkan gelar tersebut. Memang dalam kenyataannya beberapa disertasi calon doktor dari Australia justru dikirimkan kepada Gus Dur untuk dikoreksi, dibimbing yang kemudian dipertahankan di hadapan sidang akademik.

Perjalanan Karir

Sepulang dari pegembaraanya mencari ilmu, Gus Dur kembali ke Jombang dan memilih menjadi guru. Pada tahun 1971, tokoh muda ini bergabung di Fakultas Ushuludin Universitas Tebu Ireng Jombang. Tiga tahun kemudian ia menjadi sekretaris Pesantren Tebu Ireng, dan pada tahun yang sama Gus Dur mulai menjadi penulis. Ia kembali menekuni bakatnya sebagaii penulis dan kolumnis. Lewat tulisan-tulisan tersebut gagasan pemikiran Gus Dur mulai mendapat perhatian banyak. Djohan Efendi, seorang intelektual terkemuka pada masanya, menilai bahwa Gus Dur adalah seorang pencerna, mencerna semua pemikiran yang dibacanya, kemudian diserap menjadi pemikirannya tersendiri. Sehingga tidak heran jika tulisan-tulisannya jarang menggunakan foot note.

Pada tahun 1974 Gus Dur diminta pamannya, K.H. Yusuf Hasyim untuk membantu di Pesantren Tebu Ireng Jombang dengan menjadi sekretaris. Dari sini Gus Dur mulai sering mendapatkan undangan menjadi nara sumber pada sejumlah forum diskusi keagamaan dan kepesantrenan, baik di dalam maupun luar negeri. Selanjutnya Gus Dur terlibat dalam kegiatan LSM. Pertama di LP3ES bersama Dawam Rahardjo, Aswab Mahasin dan Adi Sasono dalam proyek pengembangan pesantren, kemudian Gus Dur mendirikan P3M yang dimotori oleh LP3ES.

Pada tahun 1979 Gus Dur pindah ke Jakarta. Mula-mula ia merintis Pesantren Ciganjur. Sementara pada awal tahun 1980 Gus Dur dipercaya sebagai wakil katib syuriah PBNU. Di sini Gus Dur terlibat dalam diskusi dan perdebatan yang serius mengenai masalah agama, sosial dan politik dengan berbagai kalangan lintas agama, suku dan disiplin. Gus Dur semakin serius menulis dan bergelut dengan dunianya, baik di lapangan kebudayaan, politik, maupun pemikiran keislaman. Karier yang dianggap ‘menyimpang’-dalam kapasitasnya sebagai seorang tokoh agama sekaligus pengurus PBNU-dan mengundang cibiran adalah ketika menjadi ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada tahunn 1983. Ia juga menjadi ketua juri dalam Festival Film Indonesia (FFI) tahun 1986, 1987.

Pada tahun 1984 Gus Dur dipilih secara aklamasi oleh sebuah tim ahl hall wa al-’aqdi yang diketuai K.H. As’ad Syamsul Arifin untuk menduduki jabatan ketua umum PBNU pada muktamar ke-27 di Situbondo. Jabatan tersebut kembali dikukuhkan pada muktamar ke-28 di pesantren Krapyak Yogyakarta (1989), dan muktamar di Cipasung Jawa Barat (1994). Jabatan ketua umum PBNU kemudian dilepas ketika Gus Dur menjabat presiden RI ke-4. Meskipun sudah menjadi presiden, ke-nyleneh-an Gus Dur tidak hilang, bahkan semakin diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat. Dahulu, mungkin hanya masyarakat tertentu, khususnya kalangan nahdliyin yang merasakan kontroversi gagasannya. Sekarang seluruh bangsa Indonesia ikut memikirkan kontroversi gagasan yang dilontarkan oleh K.H. Abdurrahman Wahid.

Catatan perjalanan karier Gus Dur yang patut dituangkan dalam pembahasan ini adalah menjadi ketua Forum Demokrasi untuk masa bakti 1991-1999, dengan sejumlah anggota yang terdiri dari berbagai kalangan, khususnya kalangan nasionalis dan non muslim. Anehnya lagi, Gus Dur menolak masuk dalam organisasi ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia). Tidak hanya menolak bahkan menuduh organisai kaum ‘elit Islam’ tersebut dengan organisasi sektarian.

Dari paparan tersebut di atas memberikan gambaran betapa kompleks dan rumitnya perjalanan Gus Dur dalam meniti kehidupannya, bertemu dengan berbagai macam orang yang hidup dengan latar belakang ideologi, budaya, kepentingan, strata sosial dan pemikiran yang berbeda. Dari segi pemahaman keagamaan dan ideologi, Gus Dur melintasi jalan hidup yang lebih kompleks, mulai dari yang tradisional, ideologis, fundamentalis, sampai moderrnis dan sekuler. Dari segi kultural, Gus Dur mengalami hidup di tengah budaya Timur yang santun, tertutup, penuh basa-basi, sampai denga budaya Barat yang terbuka, modern dan liberal. Demikian juga persentuhannya dengan para pemikir, mulai dari yang konservatif, ortodoks sampai yang liberal dan radikal semua dialami.

Pemikiran Gus Dur mengenai agama diperoleh dari dunia pesantren. Lembaga inilah yang membentuk karakter keagamaan yang penuh etik, formal, dan struktural. Sementara pengembaraannya ke Timur Tengah telah mempertemukan Gus Dur dengan berbagai corak pemikirann Agama, dari yang konservatif, simbolik-fundamentalis sampai yang liberal-radikal. Dalam bidang kemanusiaan, pikiran-pikiran Gus Dur banyak dipengaruhi oleh para pemikir Barat dengan filsafat humanismenya. Secara rasa maupun praktek prilaku yang humanis, pengaruh para kyai yang mendidik dan membimbingnya mempunyai andil besar dalam membentuk pemikiran Gus Dur. Kisah tentang Kyai Fatah dari Tambak Beras, KH. Ali Ma’shum dari Krapyak dan Kyai Chudhori dari Tegalrejo telah membuat pribadi Gus Dur menjadi orang yang sangat peka pada sentuhan-sentuhan kemanusiaan.

Dari segi kultural, Gus Dur melintasi tiga model lapisan budaya. Pertama, Gus Dur bersentuhan dengan kultur dunia pesantren yang sangat hierarkis, tertutup, dan penuh dengan etika yang serba formal; kedua, dunia Timur yang terbuka dan keras; dan ketiga, budaya Barat yang liberal, rasioal dan sekuler. Kesemuanya tampak masuk dalam pribadi dan membetuk sinergi. Hampir tidak ada yang secara dominan berpengaruh membentuk pribadi Gus Dur. Sampai sekarang masing-masing melakukan dialog dalam diri Gus Dur. Inilah sebabnya mengapa Gus Dur selalu kelihatan dinamis dan suliit dipahami. Kebebasannya dalam berpikir dan luasnya cakrawala pemikiran yang dimilikinya melampaui batas-batas tradisionalisme yang dipegangi komunitasnya sendiri.

Penghargaan

* Tokoh 1990, Majalah Editor, tahun 1990
* Ramon Magsaysay Award for Community Leadership, Ramon Magsaysay Award Foundation, Philipina, tahun 1991
* Islamic Missionary Award from the Government of Egypt, tahun 1991
* Penghargaan Bina Ekatama, PKBI, tahun 1994
* Man Of The Year 1998, Majalah berita independent (REM), tahun 1998
* Honorary Degree in Public Administration and Policy Issues from the University of Twente, tahun 2000
* Gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Jawaharlal Nehru, tahun 2000
* Doctor Honoris Causa dalam bidang Philosophy In Law dari Universitas Thammasat Thaprachan Bangkok, Thailand, Mei 2000
* Doctor Honoris Causa dari Universitas Paris I (Panthéon-Sorbonne) pada bidang ilmu hukum dan politik, ilmu ekonomi dan manajemen, dan ilmu humaniora, tahun 2000
* Penghargaan Kepemimpinan Global (The Global Leadership Award) dari Columbia University, September 2000
* Doctor Honoris Causa dari Asian Institute of Technology, Thailand, tahun 2000
* Ambassador for Peace, salah satu badan PBB, tahun 2001
* Doctor Honoris Causa dari Universitas Sokka, Jepang, tahun 2002
* Doctor Honoris Causa bidang hukum dari Konkuk University, Seoul Korea Selatan, 21 Maret 2003.
* Medals of Valor, sebuah penghargaan bagi personal yang gigih memperjuangkan pluralisme dan multikulturalisme, diberikan oleh Simon Wieshenthal Center (yayasan yang bergerak di bidang penegakan HAM dan toleransi antarumat beragama), New York, 5 Maret 2009.
* Penghargaan nama Abdurrahman Wahid sebagai salah satu jurusan studi Agama di Temple University, Philadelphi, 5 Maret 2009.
* Dan penghargaan-penghargaan lainnya…

(Diambil dari berbagai sumber…)

sumber:http://wiwitfatur.wordpress.com/2009/04/21/biografi-abdurrahman-wahid/

baca kelanjutannya dan kasih comment.. »»
I'm reading: Count Down to New Year 2010Tweet this!



Hitung mundur ke tahun baru 2010...
Sudah mempersiapkan apa saja di tahun 2010?
Mempersiapkan acara di tahun baru?
Atau mempersiapkan hal lain sepanjang tahun 2010?
Misal: Target yang ingin dicapai

Kalau saya belum mempersiapkan apa-apa..hehe
Just flow..

baca kelanjutannya dan kasih comment.. »»
I'm reading: Tukar LinkTweet this!

Tukar link, dua kata yang sudah tidak asing di kalangan blogger dan tentunya banyak manfaatnya bagi para blogger. Dan kali ini saya pun mengajak teman-teman untuk bertukar link. Kalau tujuan saya pribadi adalah mempererat tali silaturahmi dan harapannya nantinya setelah bertukar link akan sering saling berkunjung dan untuk pengguna blogspot saya juga mengajak untuk saling mem-Follow. Mungkin beberapa link teman - sudah ada dalam Widget Blogger di sebelah kanan tapi saya ingin mengatur kembali link teman - teman di page ini.
"jadi baik yang sudah ada maupun belum ada dan siapapun juga mari kita bertukar link. Dan page ini saya khususkan untuk link teman-teman."

Untuk caranya mudah sekali, silahkan pasang link saya http://justbryan.blogspot.com dan berkomentar di bawah sini. Insya Allah link disini akan saya update seminggu sekali jadi tunggu apalagi, mari kita mempererat tali silaturahmi.

LINK TEMAN-TEMAN






Bagi top komentator juga akan mendapat tambahan link seperti pada widget disamping.
Add new

baca kelanjutannya dan kasih comment.. »»
I'm reading: Mohon do'anya...Tweet this!

" 2 minggu ke depan aku akan menempuh Evaluasi Akhir Semester ini..
Minta do'a teman-teman agar aku bisa lancar mengerjakan dan memperoleh IP yang baik semester ini, minimal seperti IP semester lalu.. Amin "

baca kelanjutannya dan kasih comment.. »»
I'm reading: Sang PemimpiTweet this!

http://justbryan.blogspot.com/2009/12/sang-pemimpi.html

Tentunya sudah tidak asing dengan film ini, sebuah film yang di adaptasi dari novel terkenal Andrea Hirata, sekuel dari laskar pelangi dan yang kemarin aku tonton.
Salut untuk Riri Riza dan All Crew pembuat film ini karena mengemas novel Sang Pemimpi menjadi film yang bagus. Sebelumnya aku sempat berpikir akan seperti apa film ini karena menurutku akan susah merangkai mozaik-mozaik dalam novel ini menjadi sebuah film tapi ternyata dapat terangkai menjadi sebuah film yang bagus. Secara keseluruhan film ini merangkum semua yang ada dalam novelnya, walaupun ada beberapa hal yang berbeda. Namun ada sedikit yang kurang dalam film ini menurutku, yakni alur film yang agak datar dan .
Aku tidak akan menceritakan bagaimana film ini, karena akan lebih baik jika dilihat sendiri(Alibi karena sedang males nulis..hehehe), berikut beberapa hal terkait sang pemimpi, mulai dari soundtrack,novel dan cuplikan gambarnya.

Bagi yang belum membaca novelnya silahkan download novel sang pemimpi disini
Untuk yang suka soundtracknya silahkan download gigi-sang pemimpi disini
Yang ingin melihat trailernya download trailer sang pemimpi disini

Info lebih lanjut bisa langsung ke situs resminya di http://filmsangpemimpi.com

Berikut beberapa cuplikan gambar di film sang pemimpi

http://justbryan.blogspot.com/2009/12/sang-pemimpi.html
http://justbryan.blogspot.com/2009/12/sang-pemimpi.html

http://justbryan.blogspot.com/2009/12/sang-pemimpi.html

http://justbryan.blogspot.com/2009/12/sang-pemimpi.html




















Terakhir, foto favoritku pemeran gadis tercantik di film ini Maudy Ayunda sebagai Zakiah Nurmala

http://justbryan.blogspot.com/2009/12/sang-pemimpi.html

http://justbryan.blogspot.com/2009/12/sang-pemimpi.html

baca kelanjutannya dan kasih comment.. »»
I'm reading: MU Band – Apa Sich MaumuTweet this!

Mohon maaf sebelumnya karena belum bisa blogwalking, membalas comment,dll karena berbagai hal dan belum sempat posting juga terkait telkomsel campus blog competition. Terima kasih untuk teman-teman yang sudah mendukungku.
Sudah lama gak posting tentang lirik, berikut sebuah lagu yang cukup baru dan unik menurutku.

MU Band – Apa Sich Maumu

Di telepon ngga bisa
Di sms ngga dibalas
Apa sich maumu
Di telepon ngga bisa
Di sms ngga dibalas
Apalagi ku ke rumahmu

Padahal ku hanya ingin mengatakan cinta
Padahal ku hanya ingin bersama dirimu

Di telepon ngga bisa
Di sms ngga dibalas
Apa ini sifatmu
Di telepon ngga bisa
Di sms ngga dibalas
Apa itu maumu

Padahal ku hanya ingin mengatakan cinta
Padahal ku hanya ingin bersama dirimu

Telah kuberikan
Telah kulakukan
Semua hanya untuk dirimu
Namun kau tak pernah
Mengatakan ya
Atau pun kau menolak cintaku

Ku ingin kau bicara
Katakan saja bila kau menolakku

Padahal ku hanya ingin mengatakan cinta
Padahal ku hanya ingin bersama dirimu

Telah ku berikan
Telah ku lakukan
Semua hanya untuk dirimu
Namun kau tak pernah
Mengatakan ya
Atau pun kau menolak cintaku

Di telepon ngga bisa
Di sms ngga dibalas
Aku jadi benci kamu

KLIK DISINI untuk mendownload MU Band – Apa Sich Maumu

baca kelanjutannya dan kasih comment.. »»
I'm reading: Lutu-na...Tweet this!

http://justbryan.blogspot.com/2009/12/telkomsel-campus-blog-competition.html


http://justbryan.blogspot.com/2009/12/telkomsel-campus-blog-competition.html

http://justbryan.blogspot.com

http://justbryan.blogspot.com/2009/12/telkomsel-campus-blog-competition.html





Postingan ringan saat sedang banyak pikiran..
Sumber:dari gambar di kompieku, lupa dulu ngopy darimana..hehe


baca kelanjutannya dan kasih comment.. »»
I'm reading: TELKOMSEL CAMPUS BLOG COMPETITIONTweet this!

Sebenarnya sudah lama saya mengetahui tentang TELKOMSEL CAMPUS BLOG COMPETITION ini dan sebenarnya sangat tergiur dengan hadiah yang ditawarkan seperti pada gambar disamping.
Tapi karena beberapa kendala kendala dan terlalu banyak berpikir akhirnya baru sekarang aku mendaftar dan mengikuti kompetisi karena termotivasi oleh Anas. Sebenarnya kendalanya sepele, mungkin ada dari teman-teman juga mempunyai kendala seperti ini.

1. Tidak memakai kartu telkomsel
2. Setelah membaca rules dan regulationnya yang sedikit memberatkan(menurut saya) yakni artikel yang dinilai 14 artikel, sedangkan saya sendiri dalam satu bulan hampir tidak pernah mencapai sebanyak itu
3. Masalah internal, terkait kesibukan di kampus dan beberapa masalah lain sehingga nantinya tidak akan maksimal dalam mengikuti kompetisi ini


Tapi setelah berpikir ulang, semua kendala tadi ada solusinya

1. Sebenarnya mudah sekali solusi untuk permasalahan yang pertama, ada 2 cara yakni jelas membeli perdana telkomsel(simpati, kartu as atau kartu halo) atau memakai kartu telkomsel milik saudara,keluarga,teman,dll.
2. Untuk yang kedua setelah berpikir justru dapat dijadikan sebagai motivasi untuk rajin posting dan ngeblog
3. Dan yang terakhir ini sebenarnya belum menemukan solusinya tapi yang jelas akan tetap berusaha

Akhirnya saya pun mengikuti Telkomsel Campus Blog Competition ini.
Bagi teman-teman yang ingin mendaftar silahkan mendaftar DILINK INI dan KLIK DISINI untuk melihat Rule dan Regulationnya.
Silahkan daftarkan nomor Telkomsel kamu (baik kartu As, kartu simPATI, atau kartu Halo) menjadi anggota Telkomsel Mobile Campus dengan mengetik KAMPUS(spasi)KODE KAMPUS kirim ke 8888 (GRATIS) dan dapatkan berbagai keuntungannya.(akan saya bahas di kesempatan lain.

Bagi seluruh pengguna telkomsel di dunia mohon dukungannya dengan mengirim SMS.
Ketik: BLOG(spasi)79
Kirim ke 9937


"Sesungguhnya tiap kendala, hambatan ataupun masalah pasti ada solusinya"
Dan untuk masalah komunikasi TELKOMSEL ahlinya..

baca kelanjutannya dan kasih comment.. »»
I'm reading: Retorika lagi??: "Perayaan" Hari Anti KorupsiTweet this!

Saya rasa sudah banyak media yang memberitakan terkait ini. Mulai dari rencana aksi besar-besaran, Pidato Bpk Presiden yang menimbulkan pro kontra, dan barusan beliau kembali berpidato dengan topik yang sama tapi sekilas menurut saya untuk sedikit "menenangkan" masyarakat. Misal: dengan memberitahukan prestasi pemerintahan terkait korupsi di Indonesia, mulai dari Peningkatan IPK menjadi 2,8(Padahal IPK saya lebih dari 3) sampai berapa milyar/trilyunan rupiah berhasi diselamatkan(Walaupun dana bank Century lebih besar dari itu).
Saya juga berpikir jika memang besok ada aksi besar-besaran untuk "Merayakan" hari anti korupsi, akankah membawa perubahan yang signifikan??Ato hanya menjadi sebuah retorika??Entahlah..
Kalau menurut saya, aksi memang perlu tapi perlu juga membenahi moral yang dimulai dari diri sendiri karena pada dasarnya korupsi adalah "menempatkan sesuatu yang tidak pada tempatnya", menempatkan uang rakyat ke kantong pribadi atau yang sederhana dan biasa dilakukan pelajar menempatkan tugas yang seharusnya di rumah di sekolah/kampus.
Mari dalam "Perayaan" Hari Anti Korupsi ini kita memulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri dan mulai dari sekarang untuk sama-sama Menempatkan sesuatu pada tempatnya.

baca kelanjutannya dan kasih comment.. »»
I'm reading: Untuk Teman-temanku....Tweet this!

Masih banyak bahu untuk tempat bersandar...
Tangan untuk saling berpegangan...
Hati untuk saling berbagi...
Dan ALLAH yang Maha Segalanya...
Selama jantung masih berdetak dan nafas masih berhembus,
Selama jiwa belum lepas dari raga,
Selama belum melangkahkan kaki ke surga,
Dan harapan yang akan selalu ada,
Jangan berputus asa dan tetap SEMANGAT!!!

Ketika wajah ini penat memikirkan dunia maka berwudhulah..
Ketika tangan ini letih menggapai cita maka bertakbirlah..
Ketika pundak tak kuasa memikul amanah maka bersujudlah..
Ikhlaskan semua dan mendekatlah pada-NYA..
Agar tunduk disaat yang lain angkuh..
Agar teguh disaat yang lain runtuh..
Agar tegar disaat yang lain terlempar..

Sebaik-baiknya orang adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain..
Yakinlah semua yang kita lakukan bermanfaat dan tidak akan sia-sia..


Dikutip dari beberapa sms di HPku..


baca kelanjutannya dan kasih comment.. »»
I'm reading: "Selamat" Hari AIDS SeduniaTweet this!

Semoga "perayaan" ini tidak hanya retorika...
Semoga "perayaan" ini menjadi wacana bagi kita semua...
Dan yang paling penting...
Semoga para para penderita diberi kesabaran dan kesembuhan...
Semoga tidak ada lagi yang terkena penyakit AIDS...


Hanya do'a umum dan sederhana...
Tapi semoga dikabulkan...Amin


Untuk informasi lebih lanjut terkait Hari AIDS Sedunia 2009 bisa mengunjungi situs resminya di http://www.has2009.com...

baca kelanjutannya dan kasih comment.. »»
Blogilicious de Surabaya