I'm reading: Postingan ke-100 | Filosofi Lilin . .Tweet this!

Waa..gak nyangka dan gak ngerasa sudah hampir setahun saya ngeblog dan sudah mencapai postingan ke-100.
Banyak hal yang sudah terjadi di blog ini mulai ganti template sampai sempat hiatus untuk waktu yang cukup lama.
Sebenarnya ingin buat postingan tentang evaluasi dan perjalanan blog ini sampai ke postingan ke-100 tapi dipikir-pikir nanti aja saat blog putih biru ini sudah berusia setahun dan kali ini saya ingin menulis tentang Filosofi Lilin menurut saya. Sebenarnya sudah sejak lama ingin menulis tentang ini karena terinspirasi dari salah satu orang yang saya sayang saat dia berkata sederhana tentang filosofi lilin yang menurut dia "Lilin pasti akan padam seperti kehidupan manusia yang pasti nantinya akan mati" dan memang benar apa yang dia bilang tapi aku punya sudut pandang yang lain yang aku tulis dalam cerita dibawah ini.

Seorang Anak dan Lilin

Pada suatu malam di sebuah kamar yang gelap seorang anak membawa sebuah lilin
Lilin baru yang masih panjang dan berbentuk tabung seperti lilin biasanya
Lalu si anak tersebut mengambil korek dan menyalakannya
Laksana sinar matahari di pagi hari yang menerangi dunia
Secercah cahaya dari lilin itu menerangi kamar yang tadinya gelap
Lilin tersebut terus menerangi kamar dan anak itu setiap malam
Tapi setiap malam pula lilin tersebut meleleh dan semakin pendek
dan hingga akhirnya pada suatu malam lilin itupun padam
Padam karena dia telah menjadi lelehan bukan tegak dan panjang saat ia pertama kali dibawa oleh si anak tersebut
Si anak itupun hanya tersenyum saat melihat lelehan lilin yang tidak bisa menyala lagi
Si anak membawa lelehan itu dan mematah-mematahkannya, meremas-remasnya hingga hancur tapi anehnya si anak itu tetap tersenyum
Dia meletakkan pecahan lelehan lilin itu dalam sebuah tempat yang berbentuk tabung yang mirip dengan bentuk lilin itu saat masih baru
Si anak meletakkan tempat itu diatas bara api yang sangat panas
Lalu apa yang terjadi??
Pecahan lelehan tadi ternyata semakin lama semakin meleleh dan menjadi cair
Cair dan memenuhi tempat berbentuk tabung tadi dan kembali si anak tadi tersenyum
Setelah lelehan lilin tadi mencair seluruhnya si anak mengambil seutas tali kecil yang mirip sumbu lilin dan menaruhnya diatas lelehan lilin yang masih cair tadi
Lalu si anak meletakkan tempat tadi seakan ingin mendinginkannya
Dan tebak apa yang terjadi??
Lelehan lilin yang tadi cair perlahan mulai mengeras dan saat dikeluarkan dari tempat tadi lelehan lilin yang tadinya tidak berbentuk kembali menjadi lilin yang berdiri dengan tegapnya
Dan si anak mengambil korek dan lilin itu kembali menyala...

Lilin memang akan padam tapi dia bisa menyala lagi dan menerangi
Seperti yang dilakukan si anak tadi dengan memanaskannya dan membentuknya lagi

**Filosofi lilin(Menurutku)
"Lilin tak pernah padam, dia hanya redup sejenak menunggu untuk dinyalakan lagi.."

Sepertinya halnya cinta..
Memang ada kalanya tersakiti karenanya
Merasa benci dan tak ingin merasakannya lagi
Tapi cinta takkan pernah padam
Dia hanya redup sejenak
menunggu untuk kembali dinyalakan



baca kelanjutannya dan kasih comment.. »»
I'm reading: Tips Bergaul...Tweet this!

Sudah lama saya tidak update Blog Putih Biru ini, bukan karena sibuk baik puasa, kegiatan atau kuliah tapi sebaliknya sibuk tidur dirumah karena sedang diberi ujian oleh Allah berupa sakit walaupun sebenarnya saya sendiri yang bandel karena terlalu memaksakan diri dan setelah parah baru ke dokter. Alhasil dalam 6 hari puasa pertama ini saya sudah bolong 4 hari dan Tarawih saya bolong 1 hari(Astaghfirullah....semoga tidak terulang..Amin).
Bagaimana dengan puasa dan tarawih temen-temen??Saya harap lancar-lancar saja..

Selanjutnya ada sedikit tips untuk bergaul, semoga dapat bermanfaat terutama dalam menjalani Ibadah puasa kedepan yang masih cukup lama..

Intinya ada 3, yaitu:
1. Jadilah orang yang aman bagi orang lain
2. Jadilah orang yang menyenangkan bagi orang lain
3. Jadilah orang yang bermanfaat bagi orang lain

Berikut detailnya, selamat membaca dan sekali lagi semoga bermanfaat...

TIPS BERGAUL
1. Jadilah orang yang aman bagi orang lain
Kita tidak boleh menjadi seorang yang merugikan orang
lain, terlebih kalau kita simak Rasulullah Saw.
bersabda, "Muslim yang terbaik adalah muslim yang
muslim lainnya selamat/merasa aman dari gangguan lisan
dan tangannya." (HR. Bukhari)

a. Hindari penghinaan
Apapun yang bersifat merendahkan, ejekan, penghinaan
dalam bentuk apapun terhadap seseorang, baik tentang
kepribadian, bentuk tubuh, dan sebagainya, jangan
pernah dilakukan, karena tak ada masalah yang selesai
dengan penghinaan, mencela, merendahkan, yang ada
adalah perasaan sakit hati serta rasa dendam.

b. Hindari ikut campur urusan pribadi
Hindari pula ikut campur urusan pribadi seseorang yang
tidak ada manfaatnya jika kita terlibat. Seperti yang
kita maklumi setiap orang punya urusan pribadi yang
sangat sensitif, yang bila terusik niscaya akan
menimbulkan kemarahan.

c. Hindari memotong pembicaraan
Sungguh dongkol bila kita sedang berbicara kemudian
tiba-tiba dipotong dan disangkal, berbeda halnya bila
uraian tuntas dan kemudian dikoreksi dengan cara yag
arif, niscaya kita pun berkecenderungan menghargainya
bahkan mungkin menerimanya. Maka latihlah diri kita
untuk bersabar dalam mendengar dan mengoreksi dengan
cara yang terbak pada waktu yang tepat.

d. Hindari membandingkan
Jangan pernah dengan sengaja membandingkan jasa,
kebaikan, penampilan, harta, kedudukan seseorang
sehingga yang mendengarnya merasa dirinya tidak
berharga, rendah atau merasa terhina.

e. Jangan membela musuhnya, mencaci kawannya
Membela musuh maka dianggap bergabung dengan musuhnya,
begitu pula mencaci kawannya berarti memusuhi dirinya.
Bersikaplah yang netral, sepanjang diri kita
menginginkan kebaikan bagi semua pihak, dan sadar
bahwa untuk berubah harus siap menjalani proses dan
tahapan.

f. Hindari merusak kebahagiannya
Bila seseorang sedang berbahagia, janganlah melakukan
tindakan yang akan merusak kebahagiaanya. Misalkan ada
seseorang yang merasa beruntung mendapatkan hadiah
dari luar negeri, padahal kita tauh persis bahwa
barang tersebut buatan dalam negeri, maka kita tak
perlu menyampaikannya, biarlah dia berbahagia
mendapatkan oleh-oleh tersebut.

g. Jangan mengungkit masa lalu
Apalagi jika yang diungkit adalah kesalahan, aib atau
kekurangan yang sedang berusaha ditutupi. Ingatlah
bahwa setiap orang memiliki kesalahan yang sangat
ingin disembunyikannya, termasuk diri kita, maka
jangan pernah usil untuk mengungkit dan
membeberkannya, hal seperti ini sama denga mengajak
bermusuhan.

h. Jangan mengambil haknya
Jangan pernah terpikir untuk menikmati hak orang lain,
setiap gangguan terhadap hak seseorang akan
menimbulkan rasa tidak suka dan perlawanan yang tentu
akan merusak hubungan.. Sepatutnya kita harus belajar
menikmati hak kita, agar bermanfaat dan menjadi bahan
kebahagiaan orang lain.

i. Hati-hati dengan kemarahan
Bila anda marah, maka waspadalah karenan kemarahan
yang tak terkendali biasanya menghasilkan kata dan
perilaku yang keji, yang sangat melukai, dan tentu
perbuatan ini akan menghancurkan hubungan baik di
lingkungan manapun. Kita harus mulai berlatih
mengendalikan kemarahan sekuat tenaga dan tak usah
sungkan untuk meminta maaf andai kata ucaan dirasakan
berlebihan.

j. Jangan menertawakannya
Sebagian besar dari sikap menertawakan seseorang
adalah karena kekurangannnya, baik sikap, penampilan,
bentuk rupa, ucapan dan lain sebagainya, dan ingatlah
bahwa tertawa yang tidak pada tempatnya serta
berlebihan akan mengundang rasa sakit hati.

k. Hati-hati dengan penampilan, bau badan dan bau
mulut
Tidak ada salahnya kita selalu mengontrol penampilan,
bau badan atau mulut kita, karena penampilan atau bau
badan yang tidak segar akan membuat orang lain merasa
terusik kenyamanannya, dan cenderung ingin menghindari
kita.

2. Jadilah orang yang menyenangkan bagi orang lain
a. Wajah yang selalu cerah ceria
Rasulullah senantiasa berwajah ceria, beliau pernah
besabda, "Janganlah terlalu membebani jiwamu dengan
segala kesungguhan hati. Hiburlah dirimu dengan
hal-hal yang ringan dan lucu, sebab bila hati terus
dipaksakan memikul beban-beban yang berat, ia akan
menjadi buta". (Sunan Abu Dawud).

b. Senyum tulus
Rasulullah senantiasa tersenyum manis sekali dan ini
sangat menyenangkan bagi siapapun yang menatapnya.
Senyum adalah sedekah, senyuman yang tulus memiliki
daya sentuh yang dalam ke dalam lubuk hati siapapun,
senyum adalah nikmat Allah yang besar bagi manusia
yang mencintai kebaikan. Senyum tidak dimiliki oleh
orang-orang yang keji, sombong, angkuh, dan orang yang
busuk hati.

c. Kata-kata yang santun dan lembut
Pilihlah kata-kata yang paling sopan dengan dan
sampaikan dengan cara yang lembut, karena sikap
seperti itulah yang dilakukan Rasulullah, ketika
berbincang dengan para sahabatnya, sehingga terbangun
suasana yang menyenangkan. Hindari kata yang kasar,
menyakitkan, merendahkan, mempermalukan, serta hindari
pula nada suara yang keras dan berlebihan.

d. Senang menyapa dan mengucapkan salam
Upayakanlah kita selalu menjadi orang yang paling
dahulu dalam menyapa dan mengucapkan salam. Jabatlah
tangan kawan kita penuh dengan kehangatan dan lepaslah
tangan sesudah diepaskan oleh orang lain, karena
demikianlah yang dicontohkan Rasulullah. Jangan lupa
untuk menjawab salam dengan sempurna dan penuh
perhatian.

e. Bersikap sangat sopan dan penuh penghormatan
Rasulullah jikalau berbincang dengan para sahabatnya
selalu berusaha menghormati dengan cara duduk yang
penuh perhatian, ikut tersenyum jika sahabatnya
melucu, dan ikut merasa takjub ketika sahabatnya
mengisahkan hal yang mempesona, sehingga setiap orang
merasa dirinya sangat diutamakan oleh Rasulullah.

f. Senangkan perasaannya
Pujilah dengan tulus dan tepat terhadap sesuatu yang
layak dipuji sambil kita kaitkan dengan kebesaran
Allah sehingga yang dipuji pun teringat akan asal
muasal nikmat yang diraihnya, nyatakan terima kasih
dan do�akan. Hal ini akan membuatnya merasa bahagia.
Dan ingat jangan pernah kikir untuk berterima kasih.

g. Penampilan yang menyenangkan
Gunakanlah pakaian yang rapi, serasi dan harum.
Menggunakan pakaian yang baik bukanlah tanda
kesombongan, Allah Maha Indah dan menyukai keindahan,
tentu saja dalam batas yang sesuai syariat yang
disukai Allah.

h. Maafkan kesalahannya
Jadilah pemaaf yang lapang dan tulus terhadap
kekurangan dan kesalahan orang lain kepada kita,
karena hal ini akan membuat bahagia dan senang
siapapun yang pernah melakukan kekhilafan terhadap
kita, dan tentu hal ini pun akan mengangkat citra kita
dihatinya.

3. Jadilah orang yang bermanfaat bagi orang lain
Keberuntungan kita bukanlah diukur dari apa yang kita
dapatkan tapi dari nilai manfaat yang ada
dari kehadiran kita, bukankah sebaik-baik diantara
manusia adalah orang yang paling banyak
manfaatnya bagi hamba-hamba Allah lainnya.

a. Rajin bersilaturahmi
Silaturahmi secara berkala, penuh perhatian, kasih
sayang dan ketulusan walaupun hanya beberapa saat,
benar-benar akan memiliki kesan yang mendalam, apalagi
jikalau membawa hadiah, insya Allah akan menumbuhkan
kasih sayang.

b. Saling berkirim hadiah
Seperti yang telah diungkap sebelumnya bahwa saling
memberi dan berkirim hadiah akan menumbuhkan kasih
sayang. Jangan pernah takut miskin dengan memberikan
sesuatu, karena Allah yang Maha Kaya telah menjanjikan
ganjaran dan jaminan tak akan miskin bagi ahli sedekah
yang tulus.

c. Tolong dengan apapun
Bersegeralah menolong dengan segala kemampuan, harta,
tenaga, waktu atau setidaknya perhatian yang tulus,
walau perhatian untuk mendengar keluh kesahnya.
Apabila tidak mampu, maka do�akanlah, dan percayalah
bahwa kebaikan sekecil apapun akan diperhatikan dan
dibalas dengan sempurna oleh Allah.

d. Sumbangan ilmu dan pengalaman
Jangan pernah sungkan untuk mengajarkan ilmu dan
pengalaman yang dimiliki, kita harus berupaya agar
ilmu dan pengalaman yang ada pada diri kita bisa
menjadi jalan bagi kesuksesan orang lain.

Insya Allah jikalau hidup kita penuh manfaat dengan
tulus ikhlas maka, kebahagiaan dalam bergaul dengan
siapapun akan terasa nikmat, karena tidak mengharapkan
sesuatu dari orang melainkan kenikmatan kita adalah
melakukan sesuatu untuk orang lain. Semata karena
Allah SWT.
Semoga Bermanfaat Bagi Kita Semua
Wassalamu'alaikum..wr..wb

baca kelanjutannya dan kasih comment.. »»
I'm reading: Pelangi....Tweet this!

Sebuah cerita yang kebetulan aku temukan saat mengotak-atik komputerku..

Di suatu masa warna-warna dunia mulai bertengkar
Semua menganggap dirinyalah yang terbaik
yang paling penting
yang paling bermanfaat
yang paling disukai

HIJAU berkata:
"Jelas akulah yang terpenting.
Aku adalah pertanda kehidupan dan harapan.
Aku dipilih untuk mewarnai rerumputan, pepohonan dan dedaunan.
Tanpa aku, semua hewan akan mati.
Lihatlah ke pedesaan, aku adalah warna mayoritas..."

BIRU menginterupsi:
"Kamu hanya berpikir tentang bumi,
pertimbangkanlah langit dan samudra luas.
Airlah yang menjadi dasar kehidupan dan
awan mengambil kekuatan dari kedalaman lautan.
Langit memberikan ruang dan kedamaian dan ketenangan.
Tanpa kedamaian, kamu semua tidak akan menjadi apa-apa"

KUNING cekikikan:
"Kalian semua serius amat sih?
Aku membawa tawa, kesenangan dan kehangatan bagi dunia.
Matahari berwarna kuning, dan bintang-bintang berwarna kuning.
Setiap kali kau melihat bunga matahari, seluruh dunia mulai tersenyum.
Tanpa aku, dunia tidak ada kesenangan."

ORANYE menyusul dengan meniupkan trompetnya:
"Aku adalah warna kesehatan dan kekuatan.
Aku jarang, tetapi aku berharga karena aku mengisi kebutuhan kehidupan manusia.
Aku membawa vitamin-vitamin terpenting. Pikirkanlah wortel, labu, jeruk, mangga dan pepaya.
Aku tidak ada dimana-mana setiap saat,
tetapi aku mengisi lazuardi saat fajar atau saat matahari terbenam.
Keindahankubegitu menakjubkan hingga tak seorangpun dari kalian
akan terbetik di pikiran orang."

MERAH tidak bisa diam lebih lama dan berteriak:
"Aku adalah Pemimpin kalian. Aku adalah darah - darah kehidupan!
Aku adalah warna bahaya dan keberanian.
Aku berani untuk bertempur demi suatu kausa.
Aku membawa api ke dalam darah.
Tanpa aku, bumi akan kosong laksana bulan.
Aku adalah warna hasrat dan cinta, mawar merah, poinsentia dan bunga poppy."

UNGU bangkit dan berdiri setinggi-tingginya ia mampu:
Ia memang tinggi dan berbicara dengan keangkuhan.
"Aku adalah warna kerajaan dan kekuasaan.
Raja, Pemimpin dan para
Uskup memilih aku sebagai pertanda otoritas dan kebijaksanaan.
Tidak seorangpun menentangku. Mereka mendengarkan dan menuruti kehendakku."

Akhirnya NILA ( Ariani ) berbicara, lebih pelan dari yang
lainnya, namun dengan kekuatan niat yang sama:
"Pikirkanlah tentang aku. Aku warna diam.
Kalian jarang memperhatikan adaku, namun tanpaku kalian semua menjadi dangkal.
Aku merepresentasikan pemikiran dan refleksi, matahari terbenam dan kedalaman laut.
Kalian membutuhkan aku untuk keseimbangan dan kontras, untuk doa dan ketentraman batin."

Jadi, semua warna terus menyombongkan diri,
masing-masing yakin akan superioritas dirinya.
Perdebatan mereka menjadi semakin keras.
Tiba-tiba, sinar halilitar melintas membutakan.
Guruh menggelegar.
Hujan mulai turun tanpa ampun.
Warna-warna bersedeku
bersama ketakutan, berdekatan satu sama lain mencari ketenangan.

Di tengah suara gemuruh, hujan berbicara:
"WARNA-WARNA TOLOL, kalian bertengkar satu sama lain,
masing-masing ingin mendominasi yang lain. Tidakkah kalian
tahu bahwa kalian masing-masing diciptakan untuk tujuan khusus,
unik dan berbeda?
Berpegangan tanganlah dan mendekatlah kepadaku!"
Menuruti perintah, warna-warna berpegangan tangan mendekati
hujan, yang kemudian berkata:

"Mulai sekarang, setiap kali hujan mengguyur,
masing-masing dari kalian akan membusurkan diri sepanjang langit bagai
busur warna sebagai pengingat bahwa kalian semua dapat hidup bersama
dalam kedamaian.

Pelangi adalah pertanda Harapan hari esok."
Jadi, setiap kali HUJAN deras menotok membasahi dunia, dan saat
Pelangi memunculkan diri di angkasa marilah kita
MENGINGAT untuk selalu
MENGHARGAI satu sama lain.
MASING-MASING KITA MEMPUNYAI SESUATU YANG UNIK
KITA SEMUA DIBERIKAN KELEBIHAN UNTUK MEMBUAT PERUBAHAN DI DUNIA
DAN SAAT KITA MENYADARI PEMBERIAN ITU, LEWAT KEKUATAN VISI KITA,
KITA MEMPEROLEH KEMAMPUAN UNTUK MEMBENTUK MASA DEPAN ....

baca kelanjutannya dan kasih comment.. »»
I'm reading: Sebuah retorika : Perayaan KemerdekaanTweet this!

Tak terasa kita kembali lagi memperingati hari proklamasi kemerdekaan RI yang ke-64
Sebuah perayaan tiap tahun yang biasanya dirayakan dengan meriah. Mulai dari rangkaian lomba, jalan sehat, pentas seni, dll. Baik di kampung, perumahan, sekolah, bahkan di perusahaan. Dari rakyat kelas paling bawah sampai kelas paling atas, hanya saja akan berbeda perasaannya. Bagi rakyat kecil mungkin masih belum merasa merdeka, bagi yang menengah mungkin hanya merasa biasa saja, tapi bagi kelas atas mereka pasti dengan gembira merasa sudah merdeka.
Ini sebuah retorika sederhana dari perasaan rakyat biasa yang merasa perayaan tiap tahun ini biasa saja karena belum pernah membuat perubahan berarti walopun mungkin ada sedikit arti di dalamnya tentang sebuah sejarah dan perjuangan.
Sedikit merasa kasihan dengan sejarah dan perjuangan yang hanya dikenang setahun sekali dan dibangku sekolah yang ketika sudah lulus pasti lupa.
Kembali lagi sebuah ungkapan kecil dari rakyat biasa yang sebenarnya dirinya sendiri seperti yang baru saja dituliskan.
Melihat tanah air yang katanya merdeka tapi kenapa lebih banyak orang asing yang menjadi Tuan disini.
Sudah tahu arti tuan kan??
Bahasa gaulnya adalah Bos, bahasa sastranya adalah pemimpin, bahasa orang miskin adalah Orang kaya, bahasa orang terpelajar adalah pengusaha,peneliti..
Dan bahasa saya adalah Pengeruk Kekayaan Tanah kelahiranku.
Walaupun memang tidak semuanya seperti itu tapi sebagian besar yang saya lihat seperti itu..
Dan untuk pribumi??
Seperti yang sering diberitakan, malah banyak yang ke negeri orang menjadi pembantu disana yang tidak tahu kembali ke tanah air membawa harta atau hanya jasad saja.
Mohon maaf bila terlihat sudut pandang saya terlalu picik.
Sekali lagi hanya sebuah retorika dan ungkapan sederhana dari rakyat biasa yang tidak tahu apa-apa.
Karena memang sayapun belum bisa melakukan apa-apa dan tidak tahu bisa melakukan apa.

Untuk terakhir kalinya saya mohon maaf karena tidak ingin seperti Ibu Prita karena tulisan ini walaupun sebenarnya hak saya dilindungi UUD.(Red: Kalimat ini hanya bercanda tapi kalau dianggap serius tidak apa-apa)
.
Tak dapat berkata apa-apa lagi...
Hanya sebuah harapan sederhana tanpa perayaan dan peringatan..
Merdekalah Tanah Airku Indonesia....





baca kelanjutannya dan kasih comment.. »»
I'm reading: Teringat Mati...Tweet this!

Sebelumnya saya ingin minta maaf temen-temen karena baru bisa ngenet setelah banyak hal yang terjadi sejak sabtu kemarin tapi bukan tentang perburuan teroris oleh densus 88 karena entah kenapa aku agak kurang peduli dengan berita itu melihat yang diserbu berpuluh-puluh orang hanya 1 orang dan itupun belum tentu yang dimaksud(Noordin M.Top.)
Kembali ke ceritaku(Postingan maksudnya)..
Sebelum membahas tentang judulnya yang mungkin menurut temen-temen serem aku ingin menceritakan sedikit yang terjadi sejak kemarin.

Dimulai dari hari sabtu yang tiba-tiba aku terkapar dan terbaring dirumah dikarenakan sakit demam tinggi dan pusing. Saat itu rasanya seperti kembali ke balita atau anak-anak ketika makanpun harus disuapi dan Alhamdulillah aku punya orang tua terbaik sedunia yang dengan sabar merawatku.
Lalu hari minggunya aku sudah mendingan walaupun agak pusing dan aku sedikit memaksakan diri untuk pergi ke kampus karena ada urusan dan siangnya mampir kerumah kakek lalu sampai rumah langsung istirahat.
Dan senin paginya aku terkapar lagi, kali ini bukan karena kepala tapi kaki kananku yang kram,sakit,linu,dll tapi Alhamdulillah siangnya bisa kekampus karena ada urusan lagi.
Terakhir hari selasa kemarin, seperti biasa pagi hari aku kekampus karena ada urusan tapi tiba-tiba sekitar jam 11an ibuku menelpon dan menyuruhku pulang sambil terisak beliau bilang bahwa kakekku meninggal dan seketika itu aku pulang.
Singkat cerita itu adalah kedua kalinya keluarga terdekatku meninggal, yang pertama adalah nenekku sekitar 4 tahun lalu dan kali ini suaminya menyusul.

"Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Roji'un"


Alhamdulillah Alm.Kakekku meninggal dengan tenang karena sebelumnya beliau sehat-sehat saja dan tidak pernah sakit, dan keluargaku pun tidak menyangka karena dikira sedang tidur seperti biasa tapi Allah berkehendak lain kakekku dipanggil saat saat berusia 83 tahun.
Ini kedua kalinya aku melihat prosesi pemakaman dari dekat. Mulai dari mempersiapkan makam, surat-surat, perlengkapan mayat(Kafan,dll), memandikan, mengkafani, mensholati, membawa keranda mayat sampai melihat proses pemakaman dari dekat.
Dan terbersit di pikiranku..
Ketika aku nanti mati gimana ya??
Sebuah pertanyaan yang menimbulkan banyak rasa..
Takut, sedih tapi entah kenapa juga ada sedikit rasa kerinduan..
Mati..
Setiap hal yang pasti akan di alami setiap yang bernyawa..
Entah kapan waktunya, bisa lusa, besok, atau bahkan beberapa menit lagi..
Hanya Allah yang Tahu..
Yang jelas mari kita mempersiapkannya dari sekarang..
Karena ketika mati kita tidak akan membawa apa-apa melainkan hanya Amal perbuatan kitalah yang setia menemani hingga akhir..
Kejarlah dunia seakan-akan kau akan hidup seribu tahun lagi..
Kejarlah akhirat seakan-akan kau akan meninggal besok..


baca kelanjutannya dan kasih comment.. »»
I'm reading: W.S. Rendra In MemoriamTweet this!

Belum kering makam Alm. Mbah Surip tapi Indonesia kembali berduka..
Salah satu karya Almarhum pernah aku posting di Blog Putih Biru ini, Sajak Seonggok Jagung...
Selamat Jalan Seniman Besar Indonesia....
Berikut Biografi yang aku CoPas dari Wikipedia...

Willibrordus Surendra Broto Rendra (lahir di Solo, Jawa Tengah, 7 November 1935 – wafat di Jakarta, 6 Agustus 2009 pada umur 73 tahun) adalah penyair ternama yang kerap dijuluki sebagai "Burung Merak". Ia mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta pada tahun 1967 dan juga Bengkel Teater Rendra di Depok. Semenjak masa kuliah beliau sudah aktif menulis cerpen dan esai di berbagai majalah.

Masa kecil

Rendra adalah anak dari pasangan R. Cyprianus Sugeng Brotoatmodjo dan Raden Ayu Catharina Ismadillah. Ayahnya adalah seorang guru Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa pada sekolah Katolik, Solo, di samping sebagai dramawan tradisional; sedangkan ibunya adalah penari serimpi di keraton Surakarta. Masa kecil hingga remaja Rendra dihabiskannya di kota kelahirannya.

Pendidikan

* TK Marsudirini, Yayasan Kanisius.
* SD s/d SMU Katolik, St. Yosef, Solo - Tamat pada tahun 1955.
* Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra dan Kebudayaan, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta - Tidak tamat.
* mendapat beasiswa American Academy of Dramatical Art (1964 - 1967).

Rendra sebagai sastrawan

Bakat sastra Rendra sudah mulai terlihat ketika ia duduk di bangku SMP. Saat itu ia sudah mulai menunjukkan kemampuannya dengan menulis puisi, cerita pendek dan drama untuk berbagai kegiatan sekolahnya. Bukan hanya menulis, ternyata ia juga piawai di atas panggung. Ia mementaskan beberapa dramanya, dan terutama tampil sebagai pembaca puisi yang sangat berbakat.

Ia petama kali mempublikasikan puisinya di media massa pada tahun 1952 melalui majalah Siasat. Setelah itu, puisi-puisinya pun lancar mengalir menghiasi berbagai majalah pada saat itu, seperti Kisah, Seni, Basis, Konfrontasi, dan Siasat Baru. Hal itu terus berlanjut seperti terlihat dalam majalah-majalah pada dekade selanjutnya, terutama majalah tahun 60-an dan tahun 70-an.

"Kaki Palsu" adalah drama pertamanya, dipentaskan ketika ia di SMP, dan “Orang-Orang di Tikungan Jalan” adalah drama pertamanya yang mendapat penghargaan dan hadiah pertama dari Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Yogyakarta. Pada saat itu ia sudah duduk di SMA. Penghargaan itu membuatnya sangat bergairah untuk berkarya. Prof. A. Teeuw, di dalam bukunya Sastra Indonesia Modern II (1989), berpendapat bahwa dalam sejarah kesusastraan Indonesia modern Rendra tidak termasuk ke dalam salah satu angkatan atau kelompok seperti Angkatan 45, Angkatan 60-an, atau Angkatan 70-an. Dari karya-karyanya terlihat bahwa ia mempunyai kepribadian dan kebebasan sendiri.

Karya-karya Rendra tidak hanya terkenal di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Banyak karyanya yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa asing, di antaranya bahasa Inggris, Belanda, Jerman, Jepang dan India.

Ia juga aktif mengikuti festival-festival di luar negeri, di antaranya The Rotterdam International Poetry Festival (1971 dan 1979), The Valmiki International Poetry Festival, New Delhi (1985), Berliner Horizonte Festival, Berlin (1985), The First New York Festival Of the Arts (1988), Spoleto Festival, Melbourne, Vagarth World Poetry Festival, Bhopal (1989), World Poetry Festival, Kuala Lumpur (1992), dan Tokyo Festival (1995).

Bengkel Teater

Pada tahun 1961, sepulang dari Amerika Serikat, Rendra mendirikan grup teater di Yogyakarta. Akan tetapi, grup itu terhenti karena ia pergi lagi ke Amerika Serikat. Ketika kembali lagi ke Indonesia (1968), ia membentuk kembali grup teater yang bernama Bengkel Teater. Bengkel Teater ini sangat terkenal di Indonesia dan memberi suasana baru dalam kehidupan teater di tanah air. Sampai sekarang Bengkel Teater masih berdiri dan menjadi basis bagi kegiatan keseniannya.

Penelitian tentang karya Rendra

Profesor Harry Aveling, seorang pakar sastra dari Australia yang besar perhatiannya terhadap kesusastraan Indonesia, telah membicarakan dan menerjemahkan beberapa bagian puisi Rendra dalam tulisannya yang berjudul “A Thematic History of Indonesian Poetry: 1920 to 1974”. Karya Rendra juga dibicarakan oleh seorang pakar sastra dari Jerman bernama Profesor Rainer Carle dalam bentuk disertasi yang berjudul Rendras Gedichtsammlungen (1957—1972): Ein Beitrag Zur Kenntnis der Zeitgenossichen Indonesischen Literatur. Verlag von Dietrich Reimer in Berlin: Hamburg 1977.

Penghargaan

* Hadiah Pertama Sayembara Penulisan Drama dari Bagian Kesenian Departemen Pendidikan dan Kebudayaan , Yogyakarta (1954)
* Hadiah Sastra Nasional BMKN (1956)
* Anugerah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia (1970)
* Hadiah Akademi Jakarta (1975)
* Hadiah Yayasan Buku Utama, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1976)
* Penghargaan Adam Malik (1989)
* The S.E.A. Write Award (1996)
* Penghargaan Achmad Bakri (2006).

Kontroversi pernikahan, masuk Islam dan julukan Burung Merak

Baru pada usia 24 tahun, ia menemukan cinta pertama pada diri Sunarti Suwandi. Dari wanita yang dinikahinya pada 31 Maret 1959 itu, Rendra mendapat lima anak: Teddy Satya Nugraha, Andreas Wahyu Wahyana, Daniel Seta, Samuel Musa, dan Klara Sinta. Satu di antara muridnya adalah Bendoro Raden Ayu Sitoresmi Prabuningrat, putri darah biru Keraton Yogyakarta, yang bersedia lebur dalam kehidupan spontan dan urakan di Bengkel Teater. Tugas Jeng Sito, begitu panggilan Rendra kepadanya, antara lain menyuapi dan memandikan keempat anak Rendra-Sunarti.

Ujung-ujungnya, ditemani Sunarti, Rendra melamar Sito untuk menjadi istri kedua, dan Sito menerimanya. Dia dinamis, aktif, dan punya kesehatan yang terjaga, tutur Sito tentang Rendra, kepada Kastoyo Ramelan dari Gatra. Satu-satunya kendala datang dari ayah Sito yang tidak mengizinkan putrinya, yang beragama Islam, dinikahi seorang pemuda Katolik. Tapi hal itu bukan halangan besar bagi Rendra. Ia yang pernah menulis litani dan mazmur, serta memerankan Yesus Kristus dalam lakon drama penyaliban Cinta dalam Luka, memilih untuk mengucapkan dua kalimat syahadat pada hari perkawinannya dengan Sito, 12 Agustus 1970, dengan saksi Taufiq Ismail dan Ajip Rosidi.

Peristiwa itu, tak pelak lagi, mengundang berbagai komentar sinis seperti Rendra masuk Islam hanya untuk poligami. Terhadap tudingan tersebut, Rendra memberi alasan bahwa ketertarikannya pada Islam sesungguhnya sudah berlangsung lama. Terutama sejak persiapan pementasan Kasidah Barzanji, beberapa bulan sebelum pernikahannya dengan Sito. Tapi alasan yang lebih prinsipil bagi Rendra, karena Islam bisa menjawab persoalan pokok yang terus menghantuinya selama ini: kemerdekaan individual sepenuhnya. Saya bisa langsung beribadah kepada Allah tanpa memerlukan pertolongan orang lain. Sehingga saya merasa hak individu saya dihargai, katanya sambil mengutip ayat Quran, yang menyatakan bahwa Allah lebih dekat dari urat leher seseorang.

Toh kehidupannya dalam satu atap dengan dua istri menyebabkan Rendra dituding sebagai haus publisitas dan gemar popularitas. Tapi ia menanggapinya dengan ringan saja. Seperti saat ia menjamu seorang rekannya dari Australia di Kebun Binatang Gembira Loka, Yogyakarta. Ketika melihat seekor burung merak berjalan bersama dua betinanya, Rendra berseru sambil tertawa terbahak-bahak, Itu Rendra! Itu Rendra!. Sejak itu, julukan Burung Merak melekat padanya hingga kini. Dari Sitoresmi, ia mendapatkan empat anak: Yonas Salya, Sarah Drupadi, Naomi Srikandi, dan Rachel Saraswati

Sang Burung Merak kembali mengibaskan keindahan sayapnya dengan mempersunting Ken Zuraida, istri ketiga yang memberinya dua anak: Isaias Sadewa dan Maryam Supraba. Tapi pernikahan itu harus dibayar mahal karena tak lama sesudah kelahiran Maryam, Rendra menceraikan Sitoresmi pada 1979, dan Sunarti pada tahun 1981.

Beberapa karya

Drama

* Orang-orang di Tikungan Jalan (1954)
* Bip Bop Rambaterata (Teater Mini Kata)
* SEKDA (1977)
* Selamatan Anak Cucu Sulaiman (dimainkan 2 kali)
* Mastodon dan Burung Kondor (1972)
* Hamlet (terjemahan dari karya William Shakespeare, dengan judul yang sama)- dimainkan dua kali
* Macbeth (terjemahan dari karya William Shakespeare, dengan judul yang sama)
* Oedipus Sang Raja (terjemahan dari karya Sophokles, aslinya berjudul "Oedipus Rex")
* Lisistrata (terjemahan)
* Odipus di Kolonus (Odipus Mangkat) (terjemahan dari karya Sophokles,
* Antigone (terjemahan dari karya Sophokles,
* Kasidah Barzanji (dimainkan dua kali)
* Perang Troya Tidak Akan Meletus (terjemahan dari karya Jean Giraudoux asli dalam bahasa Prancis: "La Guerre de Troie n'aura pas lieu")
* Panembahan Reso (1986)
* Kisah Perjuangan Suku Naga (dimainkan 2 kali)

[sunting] Sajak/Puisi

* Balada Orang-Orang Tercinta (Kumpulan sajak)
* Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta
* Blues untuk Bonnie
* Empat Kumpulan Sajak
* Jangan Takut Ibu
* Mencari Bapak
* Nyanyian Angsa
* Pamphleten van een Dichter
* Perjuangan Suku Naga
* Pesan Pencopet kepada Pacarnya
* Potret Pembangunan Dalam Puisi
* Rendra: Ballads and Blues Poem (terjemahan)
* Rick dari Corona
* Rumpun Alang-alang
* Sajak Potret Keluarga
* Sajak Rajawali
* Sajak Seonggok Jagung
* Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api
* State of Emergency
* Surat Cinta


baca kelanjutannya dan kasih comment.. »»
I'm reading: I love you full - Mbah Surip (In Memoriam)Tweet this!

Walaupun sebenarnya aku tidak terlalu suka dengan lagunya tapi paling tidak "Almarhum" adalah seorang musisi yang patut diacungi Jempol atas segala kesederhanannya dan karya-karyanya..
Berikut sebuah lagu dari almarhum yang sebenarnya aku sendiri tidak tahu lagunya tapi aku suka dengan judulnya..

I Love You Full


Lalalalala
Lalalalala
Lalalalalala
I Love You full
Lalalalala
Lalalalala
Lalalalalala
I Love You full

KekasIhku
I Love You full
Malam InI
Terang Bulan
KuukIr-ukIr DI HatIku
KutulIs-tulIs Namamu
Kugoyang-goyang Jantung dan Darahmu
BIar MengalIr DI Bengawan Solo

KekasIhku Ya Ya Ya
I Love You full
KekasIhku
Only You

Ohh I Am BorIng
Satu DetIk Tak Bertemu
Ohh I Am BorIng

KekasIhku
I Love You full
Malam InI
Terang Bulan
KuukIr-ukIr DI HatIku
KutulIs-tulIs Namamu
Kugoyang-goyang Jantung dan Darahmu
BIar MengalIr DI Bengawan Solo

KekasIhku Ya Ya Ya
I Love You full
KekasIhku
Only You

Ohh I Am BorIng
Satu DetIk Tak Bertemu
Ohh I Am BorIng

KekasIhku
I Love You full
Malam InI
Terang Bulan
KuukIr-ukIr DI HatIku
KutulIs-tulIs Namamu
Kugoyang-goyang Jantung dan Darahmu
BIar MengalIr DI Bengawan Solo

KekasIhku Ya Ya Ya
I Love You full
KekasIhku
Only You

Ohh I Am BorIng
Satu DetIk Tak Bertemu
Ohh I Am BorIng

KekasIhku
I Love You full
Malam InI
Terang Bulan
KuukIr-ukIr DI HatIku
KutulIs-tulIs Namamu
Kugoyang-goyang Jantung dan Darahmu
BIar MengalIr DI Bengawan Solo

KLIK DISINI UNTUK MENDOWNLOAD LAGUNYA


baca kelanjutannya dan kasih comment.. »»
Blogilicious de Surabaya