Sebuah retorika : Perayaan Kemerdekaan **Just Bryan's | Blog Putih Biru . .: Sebuah retorika : Perayaan Kemerdekaan
I'm reading: Sebuah retorika : Perayaan KemerdekaanTweet this!

Tak terasa kita kembali lagi memperingati hari proklamasi kemerdekaan RI yang ke-64
Sebuah perayaan tiap tahun yang biasanya dirayakan dengan meriah. Mulai dari rangkaian lomba, jalan sehat, pentas seni, dll. Baik di kampung, perumahan, sekolah, bahkan di perusahaan. Dari rakyat kelas paling bawah sampai kelas paling atas, hanya saja akan berbeda perasaannya. Bagi rakyat kecil mungkin masih belum merasa merdeka, bagi yang menengah mungkin hanya merasa biasa saja, tapi bagi kelas atas mereka pasti dengan gembira merasa sudah merdeka.
Ini sebuah retorika sederhana dari perasaan rakyat biasa yang merasa perayaan tiap tahun ini biasa saja karena belum pernah membuat perubahan berarti walopun mungkin ada sedikit arti di dalamnya tentang sebuah sejarah dan perjuangan.
Sedikit merasa kasihan dengan sejarah dan perjuangan yang hanya dikenang setahun sekali dan dibangku sekolah yang ketika sudah lulus pasti lupa.
Kembali lagi sebuah ungkapan kecil dari rakyat biasa yang sebenarnya dirinya sendiri seperti yang baru saja dituliskan.
Melihat tanah air yang katanya merdeka tapi kenapa lebih banyak orang asing yang menjadi Tuan disini.
Sudah tahu arti tuan kan??
Bahasa gaulnya adalah Bos, bahasa sastranya adalah pemimpin, bahasa orang miskin adalah Orang kaya, bahasa orang terpelajar adalah pengusaha,peneliti..
Dan bahasa saya adalah Pengeruk Kekayaan Tanah kelahiranku.
Walaupun memang tidak semuanya seperti itu tapi sebagian besar yang saya lihat seperti itu..
Dan untuk pribumi??
Seperti yang sering diberitakan, malah banyak yang ke negeri orang menjadi pembantu disana yang tidak tahu kembali ke tanah air membawa harta atau hanya jasad saja.
Mohon maaf bila terlihat sudut pandang saya terlalu picik.
Sekali lagi hanya sebuah retorika dan ungkapan sederhana dari rakyat biasa yang tidak tahu apa-apa.
Karena memang sayapun belum bisa melakukan apa-apa dan tidak tahu bisa melakukan apa.

Untuk terakhir kalinya saya mohon maaf karena tidak ingin seperti Ibu Prita karena tulisan ini walaupun sebenarnya hak saya dilindungi UUD.(Red: Kalimat ini hanya bercanda tapi kalau dianggap serius tidak apa-apa)
.
Tak dapat berkata apa-apa lagi...
Hanya sebuah harapan sederhana tanpa perayaan dan peringatan..
Merdekalah Tanah Airku Indonesia....





Silahkan Di Baca Juga



7 comments:

GlongGongan said...

Pertamax !!!!

MERDEKA.....
tetes darah terakhirku hanya untukmu wahai INDONESIA..... ku kan berjuang hingga kematian menjemputku...
MERDEKA ....!!!

Blog GABUS said...

Indonesia.... (dilanjutkan komentar berikutnya...)

Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]

Blog GABUS said...

J

Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]

Blog GABUS said...

a

Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]

Blog GABUS said...

y

Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]

Blog GABUS said...

a

Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]

Berry Devanda said...

waduh berat banget n serius....
nice post...
merdeka...

Silahkan Berkomentar

Saya sangat menghargai apapun bentuk komentarnya selama bukan SPAM dan tidak menyinggung SARA..hehehe
Bagi yang meninggalkan jejak disini mari tukeran link..

Blogilicious de Surabaya