Hujan Uang di Senayan **Just Bryan's | Blog Putih Biru . .: Hujan Uang di Senayan
I'm reading: Hujan Uang di SenayanTweet this!

Inilah Bukti DPR Tak Pakai Akal Sehat
JAKARTA, KOMPAS.com — Reputasi DPR yang sudah anjlok gara-gara semakin banyak saja anggotanya yang tersandung kasus suap atau korupsi, kini diperparah dengan tuntutan soal dana aspirasi Rp 15 miliar per anggota.

Padahal, lembaga representasi rakyat itu sudah menguras banyak sekali uang sejak mereka dilantik pada September 2009. Inilah daftar sebagian kecil dari "hujan uang" di Senayan, sebagaimana dicatat oleh LSM Transparency International Indonesia.

1. Dana pelantikan anggota DPR = Rp 28,5 miliar
2. Renovasi rumah anggota DPR di Kalibata = Rp 300 miliar
3. Uang akomodasi sebelum proses renovasi selesai = Rp 15 juta per orang dikali 560 orang sampai Juli 2010 = Rp 84 miliar
4. Pengadaan 687 komputer seharga Rp 16 juta per unit = Rp 11 miliar
5. Bantuan untuk semua partai politik = Rp 8,6 milliar
6. Gaji dan tunjangan anggota DPR sebesar Rp 55,4 juta dikali 560 orang. Itu belum termasuk gaji ke-13, uang legislasi, uang rapat, uang transpor, uang perjalanan dinas dalam negeri dan luar negeri, fasilitas kredit kendaraan, honor asisten dan tenaga ahli serta fasilitas penunjang lainnya, seperti laptop, internet, hotel bintang lima, kupon bensin, dan kupon bebas tol yang seluruhnya Rp 31 miliar

Itu baru yang terpantau saja. Sedangkan berikut ini anggaran yang sudah disetujui, tapi belum dikeluarkan:

1. Renovasi gedung DPR yang katanya miring = Rp 1,2 triliun
2. Dana aspirasi per orang Rp 15 milliar dikali 560 orang = Rp 8,4 triliun

Dana aspirasi Rp 8,4 triliun itu akan dibagikan berdasarkan jumlah kursi masing-masing partai, seperti ini:
1. Partai Demokrat 150 kursi = Rp 2,250 triliun
2. Partai Golkar 107 kursi = Rp 1,605 triliun
3. PDI Perjuangan 95 kursi = Rp 1,425 triliun
4. PKS 57 kursi = Rp 855 miliar
5. PAN 43 kursi = Rp 645 miliar
6. PPP 37 kursi = Rp 555 miliar
7. PKB 27 kursi = Rp 405 miliar
8. Gerindra 26 kursi = Rp 390 miliar
9. Hanura 18 kursi = Rp 270 miliar

Karena itulah, menurut Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia Teten Masduki, sangat tidak masuk akal apabila DPR meminta dana aspirasi Rp 15 milliar itu dikabulkan.

"Mereka tidak menggunakan akal sehatnya," ujar Teten Masduki saat keterangan pers di kantornya, Jalan Senayan Bawah, Jakarta, Senin (7/6/2010). (Willy Widianto)

Sedikit tambahan dari saya..
Apakah masih percaya dengan DPR(Dewan Penguras uang Rakyat)??!!

Silahkan Di Baca Juga



3 comments:

meliajani said...

miris deh bacanya..
harga akal sehat mereka cuma segitu?

Mpok said...

wakil-wakil rakyat kita ko gitu ya

Just Bryan said...

@All: Iya, wakil-wakil rakyat yang tidak punya akal sehat..ckckckck

Silahkan Berkomentar

Saya sangat menghargai apapun bentuk komentarnya selama bukan SPAM dan tidak menyinggung SARA..hehehe
Bagi yang meninggalkan jejak disini mari tukeran link..

Blogilicious de Surabaya