Kekuatan Cinta **Just Bryan's | Blog Putih Biru . .: Kekuatan Cinta
I'm reading: Kekuatan CintaTweet this!

Sesuai dengan request dari bang Luxsman kumara, lanjutan dari postingan sebelumnya,bab 2 cerpen-cerpen kekuatan cinta: Kekuatan Cinta

Di pegunungan hidup dua suku. Satu tinggal di lembah, sedangkan
satunya lagi di atas gunung. Suatu hari suku gunung menyerang suku lembah dan menjarah seluruh isi desa. Mereka menculik seorang bayi dari salah satu keluarga suku lembah dan membawanya ke atas gunung.

Orang-orang suku lembah tidak tahu bagaimana mendaki gunung. Mereka tidak tahu jalan mana yang digunakan oleh suku gunung. Mereka juga tidak tahu di mana letak desa suku gunung. Juga tidak tahu bagaimana mengikuti jejak-jejak suku gunung di tebing-tebing gunung itu. Meski begitu, mereka mengirim prajurit-prajurit terbaik mereka untuk memanjat gunung dan membawa pulang bayi mereka. Prajurit pertama mencoba memanjat tebing diikuti yang lain. Ketika prajurit pertama gagal, mereka semua pun gagal. Mereka mencoba lagi dengan cara lain. Namun, gagal. Setelah berhari-hari mereka mendaki, mereka hanya bisa memanjat beberapa ratus kaki saja. Suku lembah kehilangan harapan dan putus asa. Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke desa saja. Semua upaya dilakukan namun gagal.

Ketika mereka sedang bersiap-siap untuk kembali ke desa, tiba-tiba
mereka melihat ibu bayi yang diculik itu sedang menuruni tebing
gunung melewati mereka, sambil menggendong bayinya. Mereka terkejut sekali, bagaimana si ibu itu menuruni tebing yang justru mereka sendiri gagal untuk mendakinya ? Bagaimana si ibu itu bisa memanjat tebing-tebing itu mengalahkan mereka ? Terlebih lagi, mereka melihat si bayi itu telah terselamatkan. Bagaimana mungkin ?

Seorang prajurit menyambut ibu itu dan bertanya, "Wahai ibu, kami
gagal mendaki tebing ini. Bagaimana kamu melakukan semua ini,
mengalahkan seluruh prajurit terkuat ? Bagaimana bisa ? Engkau belum pernah menjadi prajurit!"

Ibu itu mengangkat bahu dan berkata, "Sebab bayi yang diculik itu
bukanlah bayimu. Dan, kalian semua belum pernah menjadi ibu."

Teman, burung tak pernah diajari untuk terbang dan ikan tak pernah
belajar untuk berenang. Semuanya alami. Semua berasal dari naluri.
Hal itu akan hadir pada setiap makhluk yang percaya akan kebesaran Allah. Hanya Allah lah yang memberi kita kekuatan itu.

Teman, cinta memberi kekuatan. Bahkan cinta adalah kekuatan itu
sendiri. Cinta seorang ibu adalah naluri dan alami. Sesuatu yang
hadir dalam jiwa-jiwa yang penuh rasa cinta. Setiap ibu, tak akan
pernah diajari bagaimana mengasihi buah hatinya. Rasa itu akan hadir dengan sendirinya. Kita pun punya rasa itu. Asal kita mau menjalani semua garis-garis yang telah ditentukan-Nya.

Mohon maaf lagi karena masih dalam kesibukan yang amat sangat di bulan ini

Silahkan Di Baca Juga



5 comments:

Zippy said...

Cinta seorang ibu emang tak kan pernah tergantikan sob...
Apalagi, cinta seorang ibu tak pernah menuntut balasan :)
Perasaan ibu begitu kuat terhadap anak2'x...

Financial Adviser said...

itulah kekuatan seorang ibu...
aku bangga pada ibuku

berita unik said...

tidak ada cinta yang lebih besar daripada cinta ibu kepada anaknya

Just Bryan said...

@All: Hidup IBU...

Ian said...

I love my mum :)

bahkan saking deketnya, kadang aku dapat julukan anak mami. Tapi who's care? emank aku anak siapa kalo bukan anak ibu aku? NOTE: AKU BUKAN ANAK HARAM YA :P

btw, malah jadi oot keknya. Lama nih gag berkunjung kemari. Gimana kabarnya?

Silahkan Berkomentar

Saya sangat menghargai apapun bentuk komentarnya selama bukan SPAM dan tidak menyinggung SARA..hehehe
Bagi yang meninggalkan jejak disini mari tukeran link..

Blogilicious de Surabaya