I'm reading: Semakin dekat dengan mati!!Tweet this!


Hri ini sudah setahun lagi jatah umurQ di dunia berkurang dan semakin dekat aq dengan mati..
Tapi..
Blum satupun ibadah yg aq rsa benar dan dtrima di sisi-Nya..
Blum satupun hal berguna yang sudah aq lakukan, baik bwt kedua OrtuQ maupun orang lain..
Ya Allah, sampai berapakah umurQ di dunia ini???
Berilah aq kesempatan ya Allah,,
untuk menjadi hambaMu yg taat..
untuk menjadi orang yg berarti..
untuk mencari tabunganku untuk di akhirat nanti..

Dan untuk semua orang,,
yg pernah aq sakiti,
yg pernah aq berbuat slah kepadanya,
yg pernah aq tidak menolongnya saat ada mslah,
dan
yg smpai sekarang masih mrah,dendam,benci,dsb krena perbuatan atau sikapQ..
baik yg aq sengaja ato gak..
selama nafas masih berhembus
selama jantung masih berdetak
selama jiwa masih melekat di raga
Aq bner2 minta maaf!!!
dan semoga selanjutnya aq gak mengulangi perbuatan tersebut..
sungguh kehadiran klian dlam hdupQ sangat berarti..

baca kelanjutannya dan kasih comment.. »»
I'm reading: Laki-laki SejatiTweet this!


Aku bertanya pada Bunda, bagaimanakah lelaki
sejati itu?

Bunda menjawab, Nak...

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari bahunya
yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang
disekitarnya....

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari suaranya
yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan
kebenaran.....

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah
sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap
bersahabatnya pada generasi muda bangsa ...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari bagaimana
dia di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana
dia dihormati didalam rumah...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari kerasnya
pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami
persoalan...


Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari dadanya
yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari banyaknya
wanita yang memuja, tetapi komitmennya terhadap
wanita yang dicintainya...


Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah
barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia
menghadapi lika-liku kehidupan...

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya
membaca kitab suci, tetapi dari konsistennya dia
menjalankan apa yang ia baca...

baca kelanjutannya dan kasih comment.. »»
I'm reading: WAKTU DAN CINTATweet this!

Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai
macam benda-benda abstrak: ada Cinta, Kesedihan,
Kekayaan, Kegembiraan, Kecantikan dan Waktu.

Mereka hidup berdampingan dengan baik.

Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau
kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan
menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau
cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri.

Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang

dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari
pertolongan.

Sementara itu air makin naik membasahi kaki Cinta.

Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu.

"Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!" teriak Cinta. "Aduh!
Maaf, Cinta!" kata Kekayaan, perahuku telah penuh
dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawa-mu serta,
nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat
lagi bagimu di perahuku ini." Lalu Kekayaan
cepat-cepat mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih
sekali, namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lewat
dengan perahunya.

"Kegembiraan! Tolong aku!", teriak Cinta. Namun
Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu
sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta. Air makin
tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta
semakin panik. Tak lama lewatlah Kecantikan.

"Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!", teriak Cinta.
"Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa
membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang
indah ini." sahut Kecantikan. Cinta sedih sekali
mendengarnya. Ia mulai menangis
terisak-isak. Saat itu lewatlah Kesedihan.

"Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu," kata Cinta.
"Maaf, Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian
saja" kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya.
Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan
menenggelam-kannya.

Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara,
"Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!" Cinta menoleh ke
arah suara itu dan melihat seorang tua dengan
perahunya. Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat
sebelum air menenggelamkannya.

Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan
segera pergi lagi. Pada saat itu barulah Cinta sadar
bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua
yang menyelamatkannya itu. Cinta segera menanyakannya
kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa
sebenarnya orang tua itu."Oh, orang tua tadi? Dia
adalah Waktu." kata orang itu.

"Tapi, mengapa ia menyelamatkanku?

Aku tak mengenalnya.

Bahkan teman-teman yang mengenalku pun
enggan menolongku" tanya Cinta heran.



"Sebab," kata orang itu, " hanya Waktulah yang tahu

berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu ..."

baca kelanjutannya dan kasih comment.. »»
I'm reading: Contact MeTweet this!



Silahkan mengisi form di bawah ini untuk mengirimkan pesan langsung kepada saya.
Kritik, saran, uneg-uneg, request, curhatan, dan sebagainya.
Thanks before.
































baca kelanjutannya dan kasih comment.. »»
Blogilicious de Surabaya
Add to Technorati Favorites Personal Personal Blogs - Blog Catalog Blog Directory Page Ranking Tool Subscribe with Bloglines Personal-Blog Rankings Blog Indonesian Freebie Web and Graphic Designer Resources