Sesuai dengan request dari bang Luxsman kumara, lanjutan dari postingan sebelumnya,bab 2 cerpen-cerpen kekuatan cinta: Kekuatan Cinta
Di pegunungan hidup dua suku. Satu tinggal di lembah, sedangkan
satunya lagi di atas gunung. Suatu hari suku gunung menyerang suku lembah dan menjarah seluruh isi desa. Mereka menculik seorang bayi dari salah satu keluarga suku lembah dan membawanya ke atas gunung.
Orang-orang suku lembah tidak tahu bagaimana mendaki gunung. Mereka tidak tahu jalan mana yang digunakan oleh suku gunung. Mereka juga tidak tahu di mana letak desa suku gunung. Juga tidak tahu bagaimana mengikuti jejak-jejak suku gunung di tebing-tebing gunung itu. Meski begitu, mereka mengirim prajurit-prajurit terbaik mereka untuk memanjat gunung dan membawa pulang bayi mereka. Prajurit pertama mencoba memanjat tebing diikuti yang lain. Ketika prajurit pertama gagal, mereka semua pun gagal. Mereka mencoba lagi dengan cara lain. Namun, gagal. Setelah berhari-hari mereka mendaki, mereka hanya bisa memanjat beberapa ratus kaki saja. Suku lembah kehilangan harapan dan putus asa. Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke desa saja. Semua upaya dilakukan namun gagal.
Ketika mereka sedang bersiap-siap untuk kembali ke desa, tiba-tiba
mereka melihat ibu bayi yang diculik itu sedang menuruni tebing
gunung melewati mereka, sambil menggendong bayinya. Mereka terkejut sekali, bagaimana si ibu itu menuruni tebing yang justru mereka sendiri gagal untuk mendakinya ? Bagaimana si ibu itu bisa memanjat tebing-tebing itu mengalahkan mereka ? Terlebih lagi, mereka melihat si bayi itu telah terselamatkan. Bagaimana mungkin ?
Seorang prajurit menyambut ibu itu dan bertanya, "Wahai ibu, kami
gagal mendaki tebing ini. Bagaimana kamu melakukan semua ini,
mengalahkan seluruh prajurit terkuat ? Bagaimana bisa ? Engkau belum pernah menjadi prajurit!"
Ibu itu mengangkat bahu dan berkata, "Sebab bayi yang diculik itu
bukanlah bayimu. Dan, kalian semua belum pernah menjadi ibu."
Teman, burung tak pernah diajari untuk terbang dan ikan tak pernah
belajar untuk berenang. Semuanya alami. Semua berasal dari naluri.
Hal itu akan hadir pada setiap makhluk yang percaya akan kebesaran Allah. Hanya Allah lah yang memberi kita kekuatan itu.
Teman, cinta memberi kekuatan. Bahkan cinta adalah kekuatan itu
sendiri. Cinta seorang ibu adalah naluri dan alami. Sesuatu yang
hadir dalam jiwa-jiwa yang penuh rasa cinta. Setiap ibu, tak akan
pernah diajari bagaimana mengasihi buah hatinya. Rasa itu akan hadir dengan sendirinya. Kita pun punya rasa itu. Asal kita mau menjalani semua garis-garis yang telah ditentukan-Nya.
Mohon maaf lagi karena masih dalam kesibukan yang amat sangat di bulan ini
Labels: Artikel, cinta, Inspirasi 5 Good person give comments
H.O.L.L.A.N.D
Hope Our Love Lasts And Never Dies
I.T.A.L.Y.
I Trust And Love You
L.I.B.Y.A.
Love Is Beautiful ; You Also
F.R.A.N.C.E.
Friendships Remain And Never Can End
C.H.I.N.A.
Come Here….. I Need Affection
B.U.R.M.A.
Between Us, Remember Me Always
N.E.P.A.L.
Never Ever Part As Lovers
I.N.D.I.A.
I Nearly Died In Adoration
K.E.N.Y.A
Keep Everything Nice, Yet Arousing
C.A.N.A.D.A.
Cute And Naughty Action that developed into attraction
K.O.R.E.A.
Keep Optimistic Regardless of Every adversity
E.G.Y.P.T.
Everything's Great, You Pretty Thing !
M.A.N.I.L.A.
May All Nights Inspire Love Always
P.E.R.U.
Phorget (Forget) Everyone... Remember Us
T.H.A.I.L.A.N.D.
Totally Happy, Always In Love And Never Dull
I.N.D.O.N.E.S.I.A apa ya???
Labels: cinta, Lucu, Umum 3 Good person give comments
Love is blind
Love is eyed
Love is sweet
Love is bitter
Love is care
Love is hesitation
Love is bare
Love is dare
Love is peace
Love is violent
Love is clear
Love is dirty
Love is prominent
Love is contaminate
Love is heaven
Love is hell
Love is crashing
Love is sticky
Love is critical
Love is mythological
Love is brittle
Love is malleable
Love is capable
Love is stressful
Love is innocent
Love is violent
Love is best
Love is worst
Love is nothing
But love is everything
Love is god
Love is devil
Love is evil
Love is shining sun
Love is blinking moon
Love is beautiful earth
Love is the worst larva of earth
Love is hurting
Love is paining
But love is lovable and love is pain clear
Love is like this
Love is like that
Love is too much
I can not describe
Look in side dear reader
You will find love everywhere hidden but prominent when looks closer
Love is not enough to understand but its
For me is love
I love the love and love doesnot love me
by rajnish jena
Jika ia sebuah cinta.....
ia tidak mendengar...
namun senantiasa bergetar....
Jika ia sebuah cinta.....
ia tidak buta..
namun senantiasa melihat dan merasa..
Jika ia sebuah cinta.....
ia tidak menyiksa..
namun senantiasa menguji..
Jika ia sebuah cinta.....
ia tidak memaksa..
namun senantiasa berusaha..
Jika ia sebuah cinta.....
ia tidak cantik..
namun senantiasa menarik..
Jika ia sebuah cinta.....
ia tidak datang dengan kata-kata..
namun senantiasa menghampiri dengan hati..
Jika ia sebuah cinta.....
ia tidak terucap dengan kata..
namun senantiasa hadir dengan sinar mata..
Jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hanya berjanji..
namun senantiasa mencoba
memenangi..
Jika ia sebuah cinta.....
ia mungkin tidak suci..
namun senantiasa tulus..
Jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hadir karena permintaan..
namun hadir karena ketentuan...
Jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hadir dengan kekayaan dan kebendaan...
namun hadir karena pengorbanan dan
kesetiaan...
Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai
macam benda-benda abstrak: ada Cinta, Kesedihan,
Kekayaan, Kegembiraan, Kecantikan dan Waktu.
Mereka hidup berdampingan dengan baik.
Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau
kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan
menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau
cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri.
Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang
dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari
pertolongan.
Sementara itu air makin naik membasahi kaki Cinta.
Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu.
"Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!" teriak Cinta. "Aduh!
Maaf, Cinta!" kata Kekayaan, perahuku telah penuh
dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawa-mu serta,
nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat
lagi bagimu di perahuku ini." Lalu Kekayaan
cepat-cepat mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih
sekali, namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lewat
dengan perahunya.
"Kegembiraan! Tolong aku!", teriak Cinta. Namun
Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu
sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta. Air makin
tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta
semakin panik. Tak lama lewatlah Kecantikan.
"Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!", teriak Cinta.
"Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa
membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang
indah ini." sahut Kecantikan. Cinta sedih sekali
mendengarnya. Ia mulai menangis
terisak-isak. Saat itu lewatlah Kesedihan.
"Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu," kata Cinta.
"Maaf, Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian
saja" kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya.
Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan
menenggelam-kannya.
Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara,
"Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!" Cinta menoleh ke
arah suara itu dan melihat seorang tua dengan
perahunya. Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat
sebelum air menenggelamkannya.
Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan
segera pergi lagi. Pada saat itu barulah Cinta sadar
bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua
yang menyelamatkannya itu. Cinta segera menanyakannya
kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa
sebenarnya orang tua itu."Oh, orang tua tadi? Dia
adalah Waktu." kata orang itu.
"Tapi, mengapa ia menyelamatkanku?
Aku tak mengenalnya.
Bahkan teman-teman yang mengenalku pun
enggan menolongku" tanya Cinta heran.
"Sebab," kata orang itu, " hanya Waktulah yang tahu
berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu ..."